Tinggal di kota Batam tidak mungkin, tidak heran pada saat Lebaran saat ini banyak migran dari Batam untuk pulang.

Pulang saat ini tidak akan rumah seperti biasa. Kali ini mereka pulang meninggalkan kota Batam dan semua kenangan.

Data dari Dinas Kependudukan dan catatan sipil menunjukkan bahwa setidaknya sekitar 20 ribu orang meminta surat perubahan alamat. Ini dibenarkan operasional di Batu Ampar port Batam, Robbie Ahmansyah.

Menurut Robbie, aliran akan pulang saat ini berbeda dari tahun sebelumnya. Biasanya wisatawan hanya membawa koper berisi cukup pakaian.

“Kali ini berbeda, beberapa membawa kulkas, televisi, dan bahkan peralatan dapur. Tahun ini mereka datang rumah babi, mudik tidak lagi, “Robie dijelaskan.

Penjualan tiket kapal Pelni sejauh ini telah mencapai 20.600 tiket yang dijual. Kemungkinan kenaikan dari daftar penumpang.

“Kemungkinan dapat meningkatkan, sehingga memang dalam tahun ini banyak datang rumah,” lanjutnya.

Rosni, penumpang yang ingin pergi ke Belawan dibantu porter? Yang membawa beberapa barang-barangnya. Item di dalam kotak berisi peralatan dapur.

“Sisa saya telah menjual, dan ini tidak dijual, saya ingin menghidupkan kembali, aku tidak bisa hidup di Batam, saya ingin makan apa yang saya di sini,” kata Rosni.

Ratusan berbaris di dalam pelabuhan penumpang. Sementara itu, para penunggu pintu gerbang juga terlihat berkelahi satu sama lain pelanggan untuk mengangkat Bagasi penumpang.

Arus mudik di Batam terlihat lebih ramai di jalur laut. Wisatawan dari Jakarta mulai meninggalkan daerah industri kota dari Batuampar Port, Batam dan Sekupang domestik Port.

Mereka naik kapal KM Kelud dan KM Umsini sebanyak 6339 orang. Ditambah dengan penumpang naik dari Sekupang domestik Port (PDS) sebanyak 1.004 orang.

Wisatawan yang berangkat dengan kapal PT Pelni berlayar pada Jumat (16/6), jam 12.00 WIB dengan tujuan Port cabang Tanjung Priok, Jakarta.
Penumpang berduyun-duyun boat deck Umsini Tanjungpriuk tujuan sambil menunggu keberangkatan di Port Batuampar

Kepala cabang dari PT Pelni Batam, berakhir mengatakan dua kapal berangkat pada hari Jumat (16/6). KM Umsini tujuan cabang Tanjung Priok dan KM Kelud Belawan tujuan, Medan.

“Sejak homecomers sudah mulai meningkat, sehingga kedua kapal turun, Umsini adalah kapal bantuan khusus untuk homecoming,” katanya seperti yang dilaporkan oleh Pos Batam (Jawa Pos Group), Sabtu (17/6).

Akhir ditambahkan, enam ribu lebih banyak wisatawan berangkat ke kedua tujuan. Kapal berikutnya akan kembali berlabuh Senin (19/6) Belawan tujuan.

Sementara itu, di Sekupang domestik Port (PDS), setidaknya 1.004 wisatawan meninggalkan Batam. Kondisi ini tidak melihat adanya peningkatan dari waktu normal.

Diperkirakan bahwa jumlah wisatawan di pelabuhan domestik ini akan terus meningkat sampai beberapa hari sebelum perayaan Idul Fitri

Pemko Batam mencatat potensi pendapatan dari sektor parkir tahun ini sebesar Rp26 miliar. Namun, tidak semua dapat pergi ke keuangan lokal bagi harus membayar untuk petugas parkir. Diperkirakan bahwa pendapatan bagi kas daerah adalah hanya Rp6 miliar.

Kepala dari Departemen Perhubungan (transportasi) Batam City Yusfa Hendri mengatakan bahwa potensi melalui studi yang telah dilakukan. Namun, saat ini menggunakan potensi itu untuk membayar petugas parkir yang ada. “Rp 20 miliar diperkirakan habis untuk membayar petugas parkir yang ada,” katanya, Kamis (15/6).

Angka ini agak minim dari target asli daerah pendapatan (PAD) ditargetkan Pemko Batam di 2017 sebesar Rp30 miliar, jika Dishub dapat bekerja pada sistem berlangganan pendapatan melalui satu atap administrasi sistem tunggal (Samsat).

Ditambahkan Yusfa, saat ini beberapa rencana yang telah disudun gagal diimplementasikan, seperti parkir di Samsat berlangganan. Pada kenyataannya, rencana untuk membuat penjaga kehormatan staf juga dibatalkan. “Sangat perhitungan adalah hanya tentang pendapatan daerah dari sektor parkir sebesar Rp 6 miliar,” katanya.

Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad mengatakan, untuk pengelolaan parkir dialihkan kepada pihak ketiga, mengakui tidak mungkin karena tersandung aturan dan sebagainya. Bahkan untuk memastikan kerjasama dengan Samsat diperbolehkan, itu telah menulis kepada badan untuk pengawasan keuangan dan pembangunan (BPK) Kepulauan Riau yang terkait dengan aturan-aturan biaya parkir di Batam. “Pelaksanaan kerjasama dengan Samsat adalah satu-satunya di Surabaya,” kata Amsakar.

Untuk itu, itu akan memastikan bagaimana menerapkan itu tanpa menabrak aturan yang ada. Untuk itu, semantara ini masih memaksimalkan pendapatan ini cara manual. “Hal ini tidak sederhana, kami sangat bersemangat bagaimana hal itu dapat diterapkan (kerjasama dengan Samsat). Begitu juga parkir meter, itu tidak sederhana, banyak siap, “katanya.

Dengan kegagalan aplikasi dengan Samsat dan juga parkir meter ini, itu mengungkapkan.

Setidaknya ada anggaran yang tidak terpakai dari Rp16 miliar. Sebelumnya anggaran ini disiapkan untuk sementara seragam dan juga Honor. “Anggaran tahun ini tidak terpakai, sekarang kita hanya memaksimalkan target yang ada,” katanya.

Sebelumnya, Dishub Batam mengusulkan bahwa layanan parkir berlangsung 24 jam untuk meningkatkan biaya parkir. Didasarkan pada Peraturan No. 1 tahun 2012 di dukung dan retribusi parkir, parkir Layanan hanya pada 06.00-20.00. “Meskipun ada toko baru buka pukul 10:00, maka pada pukul 19:00 tertutup. Di sisi lain ada malam baru ramai, “kata Yusfa, tidak lama yang lalu.

Namun, proposal mengenai waktu layanan adalah masih terjadi di Panitia Khusus (Pansus) rancangan peraturan lokal (ranperda) perubahan No. 1 tahun 2012 tentang pelaksanaan dan retribusi parkir. Menurutnya, Pansus hanya setuju layanan parkir sampai 22:00 karena ada risiko yang harus dibahas jika parkir diatur 24 Jam, sementara layanan tidak penuh. “Di masa depan kita juga berpikir ini parkir pengalihan risiko, mungkin bekerja dengan asuransi. Jadi hal ini tidak hanya carpenter’s tanggung jawab, “katanya.

Potensi parkir meningkat sekitar 400 titik lokasi. Penambahan ini didasarkan pada hasil tim menyapu di sembilan Kabupaten. “Ada sekarang 202 poin. Setelah tim melakukan menyapu, itu adalah titik-titik 635. Ada 400 poin yang sudah tidak digunakan sebagai lokasi parkir, “katanya.

Retribusi pertama kuartal Rp935 juta
Menyadari parkir Levies di kuartal pertama sebesar Rp935 juta atau hanya 3,3 persen dari target sebesar Rp 30 miliar dalam pendapatan tahun ini. DPRD kota Batam menilai target parkir sulit untuk dilaksanakan karena hanya menggunakan sistem manual untuk menarik retribusi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *