Pengintegrasian Akuntansi Badan Layanan Umum

Landasan Hukum Akuntansi Badan Layanan Umum

Landasan hukum tentang perpajakan telah di atur dalam undag-undang. Fungsi dari pengintegrasian ini adalah untuk pertanggungjawaban yang mengacu pada Standar Akuntansi Keuangan (SAK). SAK merupakan standar yang khusus diterbitkan oleh Asosiasi Profesi Akuntansi Indonesia. Apabila tidak terdapat standar yang dimaksud, BLU dapat menerapkan Standar Akuntansi Industri. Sifat dari Standar Akuntansi Industri adalah lebih spesifik. Namun demikian, penerapan tersebut baru dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan Menteri Keuangan. Oleh karena itu pengintegrasian akuntansi Badan Layanan Umum (BLU) merupakan suatu tindakan yang berdasar sumber valid.

Laporan Keuangan Berbasis Akuntansi Badan Layanan Umum Untuk Konsolidasi

Penerapan laporan keuangan yang berbasis atau terintegrasi dengan BLU harus berdasarkan kepada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Misalnya saja pada UMKM, penerapannya diintegrasikan dengan akuntansi UMKM dengan laporan aplikasi pajak UMKM. Untuk dipergunakan sebagai alat konsolidasi, Laporan Keuangan Kementerian Negara / Lembaga harus terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran, neraca, serta catatan atas laporan keuangan. Sementara itu, laporan realisasi anggaran BLU untuk konsolidasi merupakan hasil konversi yang dilakukan atas pendapatan serta pembelanja BLU. Komposisi laporan realisasi anggaran BLU untuk konsolidasi terdiri dari pendapatan BLU yang bukan bersumber dari APBN, pembelanjaan yang berasal dari APBN, serta pembelanjaan yang asalnya diperoleh dari pendapatan BLU. Pada neraca BLU untuk konsolidasi, pengubahan pada neraca yang dibuat dengan bersumber kepada SAK menjadi bagian dari Bagan Akun Standar. Bagan Akun Standar tersebut sudah dipatenkan oleh Menteri Keuangan.

Pengintegrasian Akuntansi Badan Layanan Umum

Pengintegrasian Akuntansi Badan Layanan Umum

Sistem Pengintegrasian Akuntansi Badan Layanan Umum

Sistem pengintegrasian akuntansi BLU akan bisa menciptakan sebuah laporan keuangan yang bersumber dari SAK dan SAP. Tidak hanya itu, sistem ini juga akan dapat mempersiapkan berbagai Arsip Data Komputer (ADK) yang sifatnya penting. Untuk jenis pemakaian serta pengembangannya, sistem ini bisa dihandle oleh BLU sendiri. Pada sebuah transaksi, sistem akuntansi berbasis SK mempunyai 2 jalur. Jalur pertama yaitu mencetak laporan keuangan sesuai SAK dan kemudian terciptalah laporan keuangan. Sementara itu di jalur kedua, data untuk konsolidasi dibuat SPM, pengesahan dan MP, atau data untuk konsolidasi dibuat laporan keuangan sesuai SAP serta ADK yang dapat dibantu oleh software pembukuan.

Memo dan BMN Dalam Akuntansi Badan Layanan Umum

Memo penyesuaian dalam pelaporan yang terintegrasi dengan sistem akuntansi BLU merupakan sebuah dokumen sumber. Memo tersebut mempunyai fungsi untuk digunakan saat membuat pengubahan atau konversi neraca. Selain itu, memo penyesuaian juga diperlukan saat membuat pembukuan saldo dana lancar masing – masing BLU. Waktu penulisan memo adalah setiap 6 bulan sekali dalam periode semester atau setiap tahun. Salah satu aspek penting lainnya selain memo penyesuaian adalah Barang Milik Negara (BMN) BLU. Karena memakai BMN, setiap menteri atau pimpinan lembaga harus membuat laporan tertulisnya. Laporan ini dikenal dengan Laporan Barang Pengguna Semesteran atau Tahunan. BMN BLU selanjutnya akan dikonsolidasikan menjadi milik negara.

Penyajian Laporan Dalam Akuntansi Badan Layanan Umum

Penyajian laporan keuangan dalam akuntansi Badan Layanan Umum (BLU) untuk konsolidasi merupakan gabungan dari beberapa dokumen. Dokumen – dokumen tersebut meliputi Laporan Realisasi Anggaran, neraca , serta beberapa catatan atas laporan keuangan. Semua catatan tentang laporan keuangan tersebut disajikan dengan ketentuan yang sama berdasarkan ilustrasi di lampiran Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor 67/PB/2007. Sementara itu, alur penyampaian hasil penyajian tersebut adalah laporan keuangan direkonsiliasikan dengan KPPN. Kemudian, BLU memberikan laporan keuangan pada pihak UAPPA-E1 dengan periode 3 bulan sekali. Untuk DK bulanan, juga harus disampaikan ke UAPPA-E1. Jika sudah terkumpul, UAPPA-E1 memberikan gabungan semua ADK satuan kerja sehingga bisa dilakukan penyusunan laporan keuangan untuk diserahkan di UAPA.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *