Seluruh anggota pagar nusa yang disiapkan secara bertahap ini mencapai tiga puluh ribu orang, terdiri dari wilayah kota dan kabupaten kediri, serta kabupaten nganjuk.

Dua orang bocah di kediri jawa timur, diamankan polisi setelah diketahui membobol toko di pasar. Kepada polisi, dua orang bocah itu mengaku terpaksa mencuri, karena kecanduan main play-station.

dua bocah itu adalah sugeng riadi, 14 tahun, dan agung febriansyah, 12 tahun. Keduanya warga desa tempurejo, kecamatan wates, kabupaten kediri, jawa timur. Meski keduanya masih duduk di bangku sekolah dasar, namun dikenal lihai menjalankan aksinya. Buktinya, selama lima belas kali membobol toko dan masuk berita Kediri, tidak sekalipun diketahui pemiliknya.

Saat beraksi, agung bertugas menjaga situasi dan memberi kode bila tidak aman. Sedangkan sugeng bertugas membobol toko dengan cara masuk lewat atap, dan merusak langit-langit dengan pisau. Karena tubuhnya kecil, aksi itu bisa dilakukan dengan mudah.

Di dalam toko, sugeng lebih senang mengambil rokok, serta uang dilaci bila ada. Untuk menghindari kecurigaan, sugeng tidak mengambil semua barang yang ada. Saat keluar toko, bocah kelas lima s-d ini tidak lupa menata kembali genteng yang dibukanya.

Usai menjarah toko, kedua bocah ini menjual barang curiannya secara bertahap, dan tidak lupa menukar uang hasil penjualan dengan recehan. Selanjutnya, uang recehan itu diakuinya dari hasil mengamen.

Namun naas bagi kedua bocah ini, usai mencuri di toko milik sumiati, 35 tahun, di pasar wates, seorang saksi sempat melihat keduanya disekitar toko pada malam hari. Berdasarkan keterangan saksi ini, polisi menggeledah rumah sugeng dan menemukan 21 pak rokok, uang recehan senilai puluhan ribu rupiah, dan sebilah pisau yang digunakan membobol atap toko.

Kepada polisi, sugeng mengakui telah melakukan pencurian diberbagai tempat. Aksi itu dilakukan karena dirinya kecanduan main play-station.

Kapolsek wates, akp hadi purnomo, mengaku sering menerima laporan pencurian di pasar, namun pihaknya tidak menyangka, pelaku pembobolan toko di wilayahnya masih anak-anak. Meski begitu, pihaknya tetap akan memproses seusia prosedur hukum yang berlaku. Kepada keduanya, polisi menjerat dengan pasal 363 k-u-h-p, dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *