Kontraktor Kubah Masjid di Kendari Sulawesi Tenggara

Kontraktor Kubah Masjid di Kendari Sulawesi Tenggara

Pada waktu santai tiga bersaudara sedang bersenda gurau. Mereka sedang asyik mengobrolkan pengalaman masing-masing saat mereka masa-masa sekolah. Mereka bertiga saat ini sudah menyandang sarjana semua. Yang pertama bernama Ani. Yang kedua bernama Kia. Dan yang ketiga bernama Nuzul. Mereka saling akrab satu sama lain. Ani lulusan dari Universitas Indonesia. Kia lulusan dari Universitas Brawijaya. Dan Nuzul lulusan dari Universitas Gajah Mada. Mereka saling menceritakan saat-saat mereka mengais ilmu di kota orang, bahkan mereka merantau di luar pulau. Ani yang bekerja sebagai dokter umum di Surabaya juga masih melajutkan studinya. Kia yang bekerja sebagai kontraktor kubah masjid di Kendari. Sedangkan Nuzul masih baru selesai kuliah.

Mereka bertiga menceritakan kejadian suka dukanya saat mereka kuliah. Ani anak perempuan pertama yang harus merantau di pulau Jawa tanpa ada saudara satupun di Jawa mengaku sangat berat. Ani saat itu baru slesai sekolah menengah atas sangat kesulitan tempat tinggal di Jakarta. Pertama kali ke Jakarta dia diantarkan oleh ayahnya untuk mencari kos dekat kampus tetapi baru satu minggu tinggal di Jakarta dia baru mendapatkan kos tersebut. Saat itu Ani harus berpindah-pindah dari masjid ke masjid dengan ayahnya. Sampai pernah tidur di depan ruko kontraktor kubah masjid dekat kampusnya karena takut keesokan harinya berangkat kesiangan. Saat Ani kuliah, ayahnya menunggu di depan ruko hingga tiba-tiba pemilik ruko menawari sebuah tempat kos untuk Ani tinggal dan letaknya tidak jauh dari kampus. Akhirnya  Ani kos disana dan ayah Ani pulang ke Kendari dan menyuruh salah satu dari Kia atau Nuzul nantinya bisa menjadi Kontraktor kubah masjid.

Beberapa tahun kemudian, Kia waktunya kuliah tetapi belum menemukan jurusan kuliah yang cocok. Ia kemudian menuruti permintaan sang Ayah kuliah yang nantinya jadi seorang kontraktor. Kia juga seperti kakaknya dia menginginkan kuliah di pulau Jawa. Bukannya universitas di Sulawesi tidak ada yang bagus, tetapi Kia ingin mengasah kemandiriannya di pulau Jawa. Dia memilih kuliah di Malang. Karena dia juga tidak mau nantinya kalau satu kota dengan kakaknya dia menjadi manja. Saat menginjakkan kaki di pulau Jawa dia masih agak beruntung karena teman Ani ada mempunyai saudara di kota Malang. Dan Ani dan adeknya suruh menginap sementara disana. Hingga akhirnya Kia mendapatkan kos dekat kampus. Sedangkan Nuzul mencari tempat kos di kota Yogjakarta sendiri. Kebetulan dia saat itu banyak teman yang kuliah di pulau Jawa. Mereka bertahan di pulau Jawa hingga mereka selesai studinya. Ani yang tetap tinggal di pulau Jawa menjadi dokter namun masih tetap pulang ke Kendari. Kia yang sudah jera merantau, selesai kuliah tinggal di Kendari bekerja sebagai kontraktor kubah masjid. Dan Nuzul masih dalam proses mencari pekerjaan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *