Jenis peralatan bayi baru lahir ada banyak sekali, bagi anda yang sedang menanti kelahiran anak pertama pasti sudah ribut memenuhi kamar dengan peralatan dan perlengkapan bayi. Well, kali ini kita tidak membahas hal itu, namun lebih spesifik pada peralatan atau alat – alat medis di rumah sakait yang digunakan untuk bayi baru lahir.

Ada banyak sekali peralatan yang sudah tersedia di rumah sakit untuk menangani bayi yang baru lahir, bahkan mulai proses kelahiran bayi dan juga peralatan yang digunakan untuk menangani permasalahan yang dihadapi setelah kelahiran.

jenis peralatan bayi baru lahir

Jenis peralatan bayi baru lahir di Rumah Sakit

Berikut ada beberapa peralatan bayi yang biasanya tersedia di rumah sakit dan klinik menjelang dan pasca kelahiran bayi.

1. Ranjang Bayi

Baby Box atau Baby Coat, merupakan salah satu peralatan yang tersedia di rumah sakit. Sama halnya dengan orang dewasa yang membutuhkan ranjang. Bayi yang baru lahir juga pasti membutuhkan ranjang untuk tidur. Ranjang bayi hanya berukuran tidak lebih dari 100 cm. Namun didesain khusus untuk bayi sehingga nyaman dan aman untuk bayi.

2. Infant Warmer

Penghangat bayi yang baru lahir atau infant warmer terkadang juga dibutuhkan di Rumah Sakit. Instrument atau alat ini berfungsi untuk menghangatkan bayi yang mengalami hipotermia atau suhu tubuhnya belum bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan. Dengan alat ini, suhu tubuh bayi akan stabil sebelum nantinya dimasukkan ke dalam inkubator atau langsung di baby box. Tidak ada alasan di rumah sakit bersalin untuk tidak menyediakan alat ini karena sekarang sudah banyak sekali yang jual infant warmer dengan harga yang cukup murah.

3. Inkubator Bayi

Jenis peralatan bayi baru lahir yang tidak kalah penting adalah Inkubator Bayi. Alat ini biasanya digunakan untuk penanganan bayi yang terlahir prematur yang mengalami sedikit gangguan kesehatan sehingga harus dirawat secara inetensif di rumah sakit. Inkubator bayi juga bisa dibuat sendiri untuk merawat bayi prematur di rumah, namun ini harus ada rekomendasi dan diperbolehkan oleh dokter yang menanganinya.

sekian, semoga bermanfaat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *