Ini Langkah Menteri Khofifah Untuk Memperkuat Nasionalisme

Langkah Khofifah Memperkuat Nasionalisme – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memberi nilaiudah saatnya Indonesia mengaplikasikan sistem belajar mengajar dengan sistem kurikulum terintegrasi.

Hal selanjutnya dituturkan Khofifah menjawab lebih dari satu survei yang mengindikasikan bahwa bibit radikalisme di penduduk remaja Indonesia udah dalam tahap mengkhawatirkan.

Keinginannya menurut Khofifah, terintegrasinya dengan mata pelajaran mampu menahan pertumbuhan faham radikal dan tidak toleransi. Di segi lain, sistem ini termasuk diinginkan mampu dikerjakan sekaligus untuk mempertahankan nasionalisme. Sesuai yang dikutip dari https://www.arah.com/news.html

“(Hasil survei) udah cukup menjadikan untuk kita perhitungkan sistem pendidikan formal di SMP ataupun SMA serta Perguruan Tinggi yang mampu mengintegrasikan rencana belajar atau bidang ajar dengan format bangunan nasionalisme” ujar Menteri Khofifah di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan, Jakarta Senin.

Selain mengenai dengan muatan nasionalisme, pandangan Khofifah, pelajaran yang dipelajari siswa termasuk perlu teringrasi dengan peningkatan nilai-nilai keagamaan. Sepanjang ini, pandang Khofifah mata ajaran yang diajarkan pada pelajar masih berdiri sendiri-sendiri.

Contohnya dalam mata pelajaran Fisika, para guru cuma mengajarkan sebab-akibat berasal dari suatu fenomena. Padahal di kala yang bersamaan, faktor spiritualitas siswa mampu dibangun berasal dari situ.

Oleh sebab itu, mestinya rencana pengajaran mata pelajaran sesudah itu makin terintegrasi. “Kalau sistem yang terintegrasi itu andaikan begini. Kalau guru fisika andaikan cerita gravitasi, kecuali tersedia benda dilempar bakal jatuh sebab tersedia gravitasi bumi. Kenapa tersedia gravitasi bumi? Karena tersedia kemampuan Tuhan Yang Maha Pencipta” ujar Khofifah mencontohkan.

Sebelumnya, menuai hasil survei Saiful Mujani Research plus Consulting (SMRC), imbuh Khofifah benih radikalisme di kalangan remaja Indonesia dalam tahap mengkhawatirkan.

Sebanyak 6,12 % peserta tunjukkan sepakat bahwa pengeboman yang dikerjakan Amrozi cs adalah perintah agama. Sementara 40,82 % responden menjawab “bersedia” dan 8,16 % responden menjawab “sangat bersedia” melaksanakan penyerangan pada orang atau group yang dianggap menghina Islam.

Kurikulum terintegrasi sebetulnya udah menjadi isu lama di Indonesia. Langkah ini amat mungkin siswa baik secara perorangan maupun secara klasikal aktif mencari nilai-nilai berasal dari beragam sisi.

Dengan cara selanjutnya siswa mampu beroleh ilmu secara keseluruhan dan miliki keterampilan mengaitkan satu pelajaran dengan pelajaran yang lainnya. Pada ujungnya siswa mampu menyaksikan masalah secara keseluruhan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *